
Di tengah dominasi cloud, membangun infrastruktur mandiri (home-lab) tetap menjadi pilihan terbaik bagi engineer yang mengutamakan privasi, kontrol total, dan efisiensi operasional.
Tahun 2026, dunia udah bener-bener dikuasai oleh layanan cloud. Semua orang bilang "ngapain repot urus hardware sendiri kalau bisa serverless?". Tapi, di Nouverse Technologies, gue milih jalan yang sedikit berbeda: Home-Lab.
Bukan karena gue anti-cloud, tapi karena gue butuh kontrol absolut atas data dan efisiensi yang nggak bisa gue dapet dari provider pihak ketiga.
Alasan utama gue tetep mempertahankan home-lab adalah privasi. Di era Agentic AI sekarang, data adalah aset paling berharga. Dengan setup mandiri, gue bisa mastiin semua interaksi agen AI gue tetep berada di dalam subnet yang gue kendaliin sepenuhnya.
Selain itu, Zero Vendor Lock-in. Gue nggak perlu takut biaya tiba-tiba bengkak karena perubahan skema pricing di cloud provider. Gue beli hardware sekali, dan gue bisa pake sepuasnya bertahun-tahun.
Gue nggak asal nyolok server. Semua resource dibagi jadi unit-unit terpisah yang punya tugas spesifik biar performa tetep stabil dan gampang di-manage. Berikut adalah "The Squad" yang ngebentuk tulang punggung Nouverse:
Selama lebih dari 5 tahun berkecimpung di dunia software engineering, gue belajar kalau infrastruktur yang solid itu berbanding lurus dengan produktivitas. Setup mandiri ini ngasih gue Developer Experience (DX) yang luar biasa. Gue bisa spin up database baru atau ngetes arsitektur microservices dalam hitungan detik tanpa mikirin billing.
Home-lab buat gue bukan cuma hobi, tapi pondasi profesional yang ngebantu gue ngebangun Nouverse Technologies dengan standar yang tinggi.
Gimana dengan lu? Masih betah di cloud atau udah kepikiran buat bangun "kerajaan" sendiri di rumah?